Menu
Cart 0

Jadwal Imunisasi Anak Umur 0 - 18 tahun

Posted by on

Saat si kecil lahir, salah satu hal penting yang perlu di perhatikan adalah jadwal vaksinasi untuk kesahatan si kecil. Di bawah ini adalah keterangan mengenai kapan sebaiknya vaksinasi di berikan, untuk gambaran secara tersusun bisa juga di lihat di tabel di bawah ini:

Jadwal Imunisasi berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Tahun 2014

Vaksin Hepatitis B:
Diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir

Vaksin Polio:
Diberikan pada kunjungan petama, Bayi yang lahir di RB/RS Vaksin OVP saat bayi dipulangkan untuk menghindari transmisi virus vaksin kepada bayi lain. Selanjutnya untuk Polio-1, Polio -2, Polio-3 dapat diberikan Vaksin OPV atau IPV.

Vaksin BCG:
Optimal di berikan pada umur 2 sampai 3 bulan. Bila vaksin BCG akan di berikan sesudah umur 3 bulan, harus di observasi dalam 7 hari. Bila ada reaksi lokal cepat di tempat suntikan (accelerated local reaction), perlu di evakuasi lebih lanjut (diagnostik TB).

Vaksin DTP:
Diberikan pada umur 3-6 minggu. Dapat diberikan vaksin DTwP atau DtaP atau kombinasi dengan Hepatitis A atau Hib. Ulangan DTP umur 18 bulan dan 5 tahun. Program BIAS disesuaikan dengan jadwal imunisasi Kementrian Kesehatan. Untuk anak umur di aas 7 tahun. Program BIAS disesuaikan dengan jadwal imunisasi Kementrian Kesehatan. Untuk anak umur di atas 7 tahun dia njurkan vaksin Td.

Vaksin Campak: 
Diberikan pada umur 9 bulan, vaksin penguat diberikan pada umur 5-7 tahun. Program BIAS disesuakan dengan jadwal imunisasi Kementrian Kesehatan.

Vaksin Pneumokokus:
Dapat diberikan pada umur 2, 4, 5, 12-15 bulan. Pada umur 5-12 bulan, di berikan 2 kali dengan interval 2 bulan; pada umur >1 tahun di berikan 1 kali, namun keduanya perlu dosis ulangan 1 kali pada umur 15 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir. Pada anak umur di atas 2 tahun PCV di berikan cukup satu kali.

Vaksin Rotavirus:
Monovalen (Rotaria*) diberikan 2 kali, vaksin rotavirus pentavalen (Rotateq*) diberikan 3 kali. Rotaria* dosis 1 diberikan umur 6014 minggu, dosis ke 2 diberikan dengan interval minimal 4 minggu. Sebaiknya vaksinasi Rotaria* selesai di berikan sebelum umur 15 minggu dan tidak melampaui umur 24 minggu. Vaksin Rotateq* dosis ke-1 di berikan umur 6-12 minggu, interval dosis ke-2 dan k-3, 4-10 minggu, dosis ke-3 diberikan pada umur > 32 minggu (interval minimal 4 minggu).

Vaksin Varisela:
Dapat di berikan setelah umur 12 bulan, terbaik pada umur sebelum masuk sekolah dasar. Bila diberikan pada umur > 12 tahun, perlu dosis dengan interval minimal 4 minggu.

Vaksin MMR:
Dapat diberikan pada umur 12 bulan, apabila belum mendapat vaksin campak umur 9 bulan. Selanjutnya MMR ulangan diberikan pada umur 5-7 tahun.

Vaksin HPV:
Dapat diberikan mulai umur 10 tahun, Jadwal vaksin HPV Bivalen (Cervarix*)0,1,6 bulan; vaksin HPV Tetravalen (Gardasil*) 0,2,6 bulan.

Vaksin Influenza:
DIberikan pada umur >= 6 bulan, setiap tahun. Untuk imunisasi primer anak 6 bulan < 9 tahun di beri dengan internval minimal 4 minggu. 

 

U M U R A N A K Di V A K S I N
B U L A N T A H U N
Jenis Vaksin 0 1 2 3 4 5 6 9 12 15 18 24 3 5 6 7 8 10 12 18
Hepatitis B 1 2 3
Polio  0 1 2 3 4 4 5
BCG 1 1 1 1
DTP 1 2 3 4 4 5 6td 7td
Hib 1 2 3 4 4
PCV 1 2 3 4 4
Rotavirus 1 2 3
Campak 1
MMR 1
Tifoid Ulang t i a p 3 th
Hepatitis A 2 kali,  (6 - 12 b l n)
Varisela 1
HPV 3 ka li

 

Sumber: http://www.idai.or.id/wp-content/uploads/2014/04/Jadwal-Imunisasi-2014-lanscape-Final.pdf


Share this post



← Older Post


Leave a comment